Tampilkan postingan dengan label puisi karya basori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi karya basori. Tampilkan semua postingan

Membangun Keluarga

Ikatan batin pria dan wanita
Saling mencinta dan suka
Mengikat dan terikat
Dalam kesepakatan mulia
Dengan tekad membulat
Membangun kehidupan bersama
Kesatuan lahir batin
Dalam ikatan keluarga
Dalam suatu rumah tangga
Dibangun dengan rencana
Persiapan yang nyata
Kebutuhan sarana prasarana
Tidak asal senang saja
Tidak asal berani entah nanti
Read More

MERASA PALING BERJASA


Jasa adalah makna yang berguna
Tanpa makna ketika ketulusan tiada
Tanpa makna bila tak berguna
Bagaimana aku merasa paling berjasa?
Ketika aku menyadari betapa tak terukur jasa orang tua
Betapa takkan terbanding dengan apa saja
Namun seringkali aku lupa
Tak mengerti perasaan mereka
Aku hanya memerlukan kebutuhan diriku sendiri
Aku hanya memenuhi nafsu-nafsuku sendiri
Read More

MERASA LEBIH ADIL DAN BIJAK


Bagaimana aku merasa lebih adil?

Bila rasa dan keinginanku masih terbungkus nafsu

Rasa dan keinginanku

Mengalahkan akal sehatku

Ketika aku merasa paling bijaksana

Ternyata ambisiku melebihi pikiran dan tindakanku

Bagaimana aku merasa itu semua

Read More

Yang Kita Bawa


Meski ruang dan waktu tidak sama
Masing-masing menempuh jalan berbeda
Perjalanan itu telah dilalui,
Ditentukan menurut jalan sendiri-sendiri
Sesuai dengan yang kita pilih
Sesuai dengan keinginan dan keyakinan
Menurut kodrat kehidupan yang berbeda
Ada yang miskin, ada yang kaya, ada suka dan duka
Ada hitam ada putih, ada pria ada wanita
Ada kebaikan ada keburukan
Read More

BERKACA DULU


Taruhlah bau busuk di kamarmu

Sebelum kau letakkan ke tempat orang lain

Cubitlah dirimu dulu

Sebelum kau cubit orang lain

Read More

Lembaga Lagi, Wadah Lagi

Solo, 12 Mei
Lembaga lagi, wadah lagi, ketika tugas tak terlaksana, kewajiban yang ada diabaikan begitu saja. Wadah dan lembaga yang ada dijadikan kambing hitamnya. Adakah alasan yang mengada-ada? Atau kemauan dan semangat juang yang telah tergerogoti, terbeli oleh kepentingan semata? Saling menghindar berdalih bukan tugasnya? Saling tuding lempar tanggung jawab begitu mudahnya? Padahal wadah itu, tersedia sudah mewadahi semuanya. Bahkan sering satu urusan ditangani berbagai unit organisasi saking gemuknya. Cari alasan cari kegiatan. Buat wadah lagi lembaga lagi apakah tidak menghabiskan dana dan daya sia-sia? Kapan tugas dan kewajiban dilaksanakan? Tujuan telah ada, wadah telah tersedia. Berbenah sumber daya / sdm yang ada kuncinya. Bangunlah jiwanya bangunlah badannya. Bangunlah kualitas, mentalitas, dan semangat sdm yang tersedia. Satu tujuan, satu kepentingan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
-Anggota DPRB JS-
-Basori Em Es-
Read More

EFISIENSI PERJALANAN DINAS


11 APRIL 2012
EFISIENSI PERJALANAN DINAS
Tentang BBM kami usulkan sebagai berikut:
  1. Setuju naik ‘untuk mobil pribadi dan dinas’. Tidak naik untuk mobil niaga, kendaraan roda dua, mobil penumpang umum, industri, dan sebagainya

  2. Untuk mensiasati subsidi BBM dan lain-lain dalam APBN, perlu efisiensi efektifitas al: perjalanan dinas, studi banding, pemangkasan gaji lembaga tertentu yang terlalu tinggi (nb, puluhan kali lipat dari standar gaji PNS tertinggi), penundaan pembangunan gedung pemerintah yang tidak mendesak, upaya pemanfaatan sumber energi non BBM, dan sebagainya

  3. Mensejahterakan rakyat, sesuai UUD 45 adalah kewajiban penyelenggara negara termasuk penganggaran dalam APBN.
Jadi, istilah subsidi yang menempatkan rakyat sebagai ‘”pihak yang dibantu” tidak tepat. Mohon cari istilah lain misal “kewajiban”. Thanks
Read More

LEWAT MANA


KAMIS, 26 APRIL 2012
LEWAT MANA


Lewat mana, mestinya lewat jalur kiri

Tapi ada yang lewat kanan

Eloknya kawan, tidak merasa bersalah, maunya benar sendiri

Bila naik sepeda lewat mana kawan?

Jalur lambat itu, hanya ada di jalan tertentu

Bila jalan kaki lewat mana kawan?

Trotoar itu banyak yang beralih fungsi..

Bila naik angkutan umum, harus waspada kawan!

Read More

Masihkah Ada Uluran Tangan?


MINGGU, 22 APRIL 2012

 
Melepas suratan-suratan miskin bukan keinginanku.

Lahir dari ibu bapakku yang miskin tak ada yang menawarkan lebih dulu. 

Rumah reot sumpek susah bernafas bukan idamanku. 

Emplek-emplek di pinggir jalan tempat usahaku, bukan cita-citaku. 

Miskin bukan harapanku. 

Tempat tinggal di bantaran sungai atau di pinggir rel-rel kereta api 

bukan pula impian teman senasibku.

Read More