Pagi itu, Andi pergi ke sekolah seperti biasa dengan mengendarai
sepedanya. Ia menyusuri sepanjang jalan dengan terburu-buru karena
waktu pagi selalu dihabiskannya untuk mengerjakan PR. Akibatnya, ia
menjadi sering terlambat datang ke sekolah dan kerap mendapat teguran
dari gurunya. Setelah sampai, ia langsung memarkirkan sepedanya lalu
bergegas masuk kelas dengan napas ngos-ngosan dan keringat yang
membasahi sekujur tubuhnya.
“Andi, kenapa kamu terlambat lagi? Walaupun kamu cuma terlambat 5
menit, tapi hal itu kamu lakukan setiap hari. Sebenarnya apa yang
membuatmu terlambat begini?” tegur Pak Imron terhadap Andi.
“Maaf, Pak. Tadi saya mengerjakan PR Matematika dulu,” jawab Andi
pelan dengan muka tertunduk malu.”
“Jawabanmu selalu saja begitu. Coba sini Bapak liat PR yang Bapak
berikan.”
Andi pun bergegas mengambil buku kecil bersampul biru yang
bertuliskan ‘Buku Tugas Matematika’ pada kover depan di dalam
tasnya dan segera menyerahkannya pada Pak Imron.













